May 8th, 2018
"Shine up to make your level up"
Really? Aku benar2 datang ke acara itu? Dengannya? Sudah kupastikan dia akan datang juga.
3 tahun lalu? Are you sure? Sudah 3 tahun? Tidak, mungkin 3 kali acara itu dilangsungkan sejak kedatanganku di kampus ini.
Aku masih ingat, tahun pertamaku. Kita bertemu karena acara itu bukan?
Tahun kedua, aku tak datang. Kamu sibuk menjadi panitia.
Lalu ketiga? Aku datang, tapi tunggu, ada yang berbeda. Kita tidak lagi menjadi orang yang saling mengenal. Bahkan aku bersama oranglain. Taukah? Sekuat tenaga aku menyiapkan mental, saat bertemu denganmu bersamanya?
Aku tau, mungkin kamu tak peduli. Tapi aku peduli. Aku membayangkan jika posisi kita ditukar, jika aku melihatmu datang bersama oranglain. Meskipun aku akan bilang baik2 saja, keadaan seperti itu tak menyenangkan. Malam itu, aku tak nyaman. Aku memikirkan bagaimana perasaanmu, aku memperhatikanmu dari belakang, aku menerka2 benarkah tindakanku?
Jika boleh jujur, dari dulu sampai sekarang, aku tak bisa melihatmu sedih, aku paling tidak bisa mengetahui kamu punya masalah. "Ah lebay, buktinya bisa senang2 disana." Mungkin seperti itu kelihatannya, aku tidak pandai menyembunyikan perasaanku. Tapi aku pandai untuk memposisikan diriku dalam suatu keadaan, terserah mau dibilang pede juga gapapa 😜 diluar, aku terlihat sangat menikmati, tapi dalam hati dan pikiranku, masihlah kamu yang ada. Mataku masih mencari2 kamu. How about him? Aku menyakitinya. Aku menyakitinya karena berbohong.
Tapi sudahlah, aku berusaha dan mempersiapkan diriku untuk keadaan yang akan selalu begitu.
Semoga kamu selalu bahagia, jangan memperlihatkan padaku kalau kamu sedih, aku ingin kamu selalu bahagia, sungguh.
My Beautiful Tragedy♧
In this sad life You are a beautiful tragedy -Shreya Maurya
Kamis, 10 Mei 2018
Sabtu, 06 Januari 2018
Resep mie cacing (mie ndol) goreng + jamur
Hey hooo!
Hari ini, aku akan membagikan resep mie cacing goreng (kalo didaerahku namanya "mie ndol") +
jamur yang baru saja kubuat, akhir-akhir ini aku sedang semangat sekali belajar
masak, tentu saja dibantu ibu. Tapi ibu hanya memberitahu bumbu dan langkah,
habis itu aku ditinggal menonton gosip di tv. Alhasil aku bereksperimen sendiri
hoho.
Resep ini sangat mudah dan sederhana. Karena bahan yang
mudah didapat dan cara memasaknya yang simple. Baiklah, langsung saja…..
Bahan :
- Mie cacing
- Kol/kubis2 buah wortel
- Jamur Tiram
- Daun bawang
- Daun seledri
- Cabai merah
- Cabai hijau
- Gula / kecap
Bumbu yang di uleg :
- 5 bawang merah
- 4 bawang putih
- 4 butir kemiri
- 5 atau lebih cabai hijau/merah (sesuai selera)
- 1 sdt garam
Persiapan :
- Rendam mie cacing dengan air, kemudian pisahkan mie cacing satu-satu (karena biasanya mie cacing berbentuk seperti karet gelang yang menempel dan berbentuk)
- Potong kubis dan wortel seperti bentuk dalam sop.
- Suwir jamur tiram.
- Potong daun seledri dan daun bawang.
- Potong cabai merah.
Cara membuat :
- Uleg semua bumbu, kemudian panaskan minyak di wajan secukupnya.
- Tumis bumbu yang telah diuleg sampai berbau harum.
- Masukkan kol, wortel, dan jamur. Tumis hingga layu.
- Masukkan air yang telah sebelumnya dimasukkan ke dalam ulegan sisa bumbu, kira-kira satu gelas.
- Tunggu sampai air mendidih. Dan masukkan mie cacing.
- Tambahkan 1 sdt gula/kecap, penyedap rasa (royco, masako, or whateveerrrrr), lada bubuk secukupnya.
- Aduk hingga air habis dan bumbu tercampur rata
- Hidangkan dalam mangkok saji, dan hias sesuai selera.
Jumat, 05 Januari 2018
Broken Hands of Mine
Ditemani segelas air putih dan senja yang gerimis...
Sore ini, aku sedang mendengarkan sebuah lagu darimu, iya darimu. Lagu yang kau kenalkan padaku saat masih bersama.
These Broken Hands of Mine by Joe Brooks.
Well, God knows my feet are aching
And I've got mountains ahead to climb
One way at a time I'll try to lend these broken hands of mine
Give me strength, be my lightOne way at a time these walls will fall and fill our empty soulsGive me strength, help me guide these broken hands of mine
Aku selalu memutar lagu dengan playlist yang acak, dan saat lagu ini terputar, aku mengingatmu. Jadilah aku pergi ke blog ini untuk sekedar menuliskan perasaanku.
Hai, apa kabarmu?
Ternyata sudah lama kita tidak berada dalam sebuah ikatan. 10 bulan? uhm, waktu yang cukup cepat. Aku tak pernah mengira masih selalu mengingatmu. Entah karena selalu melihatmu dalam following instagram yang menampilkanmu menyukai sebuah kiriman atau memang aku yang masih ingin tau tentangmu? Ah tapi tidak, aku sudah berusaha keras untuk tidak mau tau tentangmu lagi. Sulit sekali rasanya dalam 6 bulan terhitung saat kita berpisah. Aku masih selalu ingin tau tentangmu. Masih besar harapan untuk kembali bersamamu. Masih banyak keinginan-keinginan kita yang belum terlaksana, oh ralat -keinginanku- mungkin. Tapi seiring berjalannya waktu, ternyata aku sadar bahwa kamu sudah benar-benar tak ingin bersamaku. Yaa, banyak fakta yang aku ketahui hingga aku menyimpulkan seperti itu. Tapi tak apa, semua proses itu telah aku lewati. Kini, mendengar namamu saja, sudah menjadi hal yang biasa untukku. Tidak seperti masa-masa itu, mendengar namamu seperti sebuah kesedihan yang mendalam untukku. Sekarang, info tentangmu hanya aku tanggapi dengan kata seperti "ooh", "iyaa", atau sebuah senyuman saja. Waktu itu, info apapun tentangmu akan selalu aku korek-korek. Orang tersebut akan aku kejar untuk bercerita tentangmu. Aku masih selalu tertawa jika mengingatnya, hehe.
Banyak cerita setelah kepergianmu, banyak masalah, banyak pelajaran berharga yang aku dapatkan setelahnya hingga kurasa aku semakin dewasa dan harus selalu bersyukur dan ikhlas terhadap apapun yang terjadi. Baiklah kapan-kapan akan aku ceritakan bagaimana awal aku mengenalnya,bagaimana proses dekat dengannya,bagaimana perasaan nyaman itu muncul setelahnya, hingga akhirnya kita memutuskan untuk tidak bersama.
Terimakasih Joe Brooks untuk lagunya, terimakasih kamu yang memberitahu lagu ini, terimakasih senja telah menemaniku saat ini.
Sampai bertemu lain waktu.
Rabu, 03 Januari 2018
Hai!
3 Januari 2018, 4:08PM
Oh, Hai~
Hari ketiga dalam bulan pertama ditahun 2018. Akhirnya aku memutuskan untuk membuat sebuah blog (lagi). Sebelumnya aku memiliki blog yang dibuat saat aku smp kelas 7 atau 8, entahlah, lupa ehehe. Sebenernya pikiran untuk membuat sebuah blog lagi sudah ada sejak setahun lalu. Tapi entah kenapa baru kebuat sekarang.
Oh yaa, kalau kalian ingin tau aku sedang apa, aku sedang mengetik dengan sesekali makan otak-otak yang sudah aku goreng sebelumnya. Dan itu enak.
Cuaca hari ini? hmm...mendung seperti biasanya. Bukan karena cuaca yang memang sedang musim hujan, tapi karena rumahku memang berada di daerah pegunungan, tepatnya gunung prau.
Di blog ini, mungkin akan berisi tulisan-tulisan yang mengandung kegalauan, kesenangan, curhat sana sini, resep memasak (yaa, aku mulai belajar masak kok), atau mungkin celotehanku tentang masa lalu, masa kini, dan masa yang aku harapkan akan datang.
Sudahlah, segitu saja cukup. Nanti kulanjutkan kapan-kapan.
Bye....
Langganan:
Postingan (Atom)
